Baru-baru ini mengeksplorasi Liferay Portal. Liferay adalah web portal yang dibangun berbasiskan Java, dan agaknya cukup bisa jadi kebanggaan para antusias Java karena Java pernah dikritik sebagai lemot lah, sulit lah dll. Tetapi gaya Java yang sangat konsisten dengan “textbook OOP” kelihatannya mulai membuahkan hasil, setelah pengembangan bertahun-tahun. Liferay ini memiliki antar-muka yang menarik sekaligus core-nya pasti relatif mudah diintegrasikan dengan sistem-sistem lain (java gitu loch).
Saya menemukan prinsip “Open Closed“ pada cara mengkonfigurasi liferay. Prinsip ini berbunyi: entiti piranti lunak (software, kelas, fungsi dll) harus terbuka terhadap pengembangan tetapi tertutup terhadap modifikasi.
Prinsip tersebut berlaku bila kita akan memodifikasi behaviour Liferay, maka tidak dianjurkan mengedit file konfigurasinya, tetapi membuat file konfigurasi yang sama sekali baru, yaitu portal-ext.properties. Anjuran ini juga saya temukan pada file build.properties pada Liferay SDK (Standard Development Kit). Yaitu file ini tidak boleh diedit tetapi programmer dianjurkan membuat file baru yaitu build.(nama user).properties.
Salah satu keuntungannya, kalau kita mau balik ke konfigurasi awal, kita tinggal menghapus atau merename file tambahan tersebut. Jadi tidak perlu mengandalkan konsistensi admin untuk membackup setiap file yang dimodifikasi.